KORESPONDENSI

Alamat email: edy_jambormias@yahoo.com
Grup Diskusi: www.agrostat.fapertaunpatti@blogspot.com

Rabu, 01 Mei 2024

Metode Penelitian Kuantitatif

 Penelitian meliputi dua metode yaitu metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pasa metode penelitian kualitatif suatu contoh sengaja, atau contoh non peluang, ditarik dari populasi untuk dieksplorasi atau diamati secara mendalam untuk mendeskripsikan suatu suatu fenomena agar sesuai dengan yang seharusnya atau sesuai dengan tujuan. Sebaliknya, pada metode penelitian kuantitatif, suatu contoh acak ditarik dari dalam populasi untuk mewakili populasi itu. Pengamatan dilakukan pada contoh, tetapi inferensia dilakukan bagi populasi sesuai dengan suatu sebaran peluang tertentu. Umumnya adalah sebaran normal. Oleh sebab itu, metode penelitian kuantitatif merupakan penerapan metode statistika dalam penelitian.

Gambaran metode statistika sebagai bagian dari metode penelitian kuantitatif diulas secara pintas dalam materi berikut ini:

1. Statistika: Metode Penelitian Kuantitatif

2. Analisis Korelasi dan Regresi Liniear Serdehana

3. Analisis Regresi Linear Berganda

4. Pemilihan Model Regresi Terbaik

5. Analisis Regresi Kurvilinear

6. Analisis Regresi Logistik

7. Analisis Komponen Utama dan Regresi Komponen Utama

8. Analisis Cluster

9. Analisis Biplot

10. Analisis Lintas

11. Model Persamaan Struktural

Rabu, 01 Juni 2022

Analisis Korelasi dan Regresi Linear

Analisis korelasi dan regresi linear adalah dua tools penting yang membahas tentang hubungan antar peubah. Analisis korelasi membahas mengenai keeratan hubungan di antara dua peubah kuantitatif, sedangkan analisis regresi membahas mengenai bentuk hubungan atau hubungan fungsi di antara suatu peubah tak bebas dengan satu atau lebih peubah-peubah bebas. Besarnya korelasi antara dua peubah diukur oleh statistik koefisien korelasi yang bernilai antara -1 s/d +1. Korelasi negatif mengindikasikan hubungan yang cenderung saling menegasikan atau menghambat/menurunkan di antara kedua peubah. Peningkatan nilai suatu peubah cenderung menurunkan nilai peubah lainnya yang berkorelasi dengan peubah itu; Demikian pulalah sebaliknya.

Analisis regresi, yaitu analisis mengenai bentuk hubungan atau hubungan fungsi, melibatkan bentuk hubungan atau hubungan fungsi di antara satu peubah tak bebas (disebut juga peubah y) dengan satu atau lebih peubah bebas lainnya (disebut juga peubah tak bebas x). Analisis regresi yang melibatkan hanya satu peubah bebas ini sering disebut sebagai analisis regresi linear sederhana. Secara matematis, hubungan fungsi ini mengambil bentuk: y = f(x), dan dapat digambarkan dalam bentuk suatu kurva garis lurus.

Di lain pihak, bila analisis regresi melibatkan lebih dari satu peubah bebas disebut sebagai analisis regresi linear berganda. Hubungan fungsi ini mengambil bentuk y = f(x1, x2,..., xk), dan bahkan dapat melibatkan interaksi di antara peubah-peubah bebas xi. Kadang-kadang, ketika semakin banyak peubah bebas terlibat, hasil analisis menjadi tidak efisien, terutama karena adanya pelanggaran asumsi analisis ragam dan multikolinearitas, yaitu adanya korelasi di antara peubah-peubah bebas. Oleh sebab itu, dapat dilakukan diagnosis data dan pemilihan model regresi terbaik. Beberapa pendekatan pemilihan model regresi terbaik misalnya dengan pendekatan analisis regresi stepwise, best subset regression, atau ridge regression untuk menghasilkan model regresi terbaik. Pendekatan terakhir terutama penting ketika ukuran contoh lebih kecil dari banyaknya peubah bebas.

Kadang-kadang, hubungan antara peubah bebas dan tak bebas tidak mengambil bentuk kurva garis lurus, tetapi mengambil bentuk kurva garis lengkung (kurvilinear) yang khas. Misalnya kurva lengkung seperti kurva kuadratik, kubik, kuartik, kuintik dan seterusnya; atau kurva eksponensial. Analisis regresi untuk bentuk khusus ini disebut analisis regresi kurvilinear. Bentuk-bentuk lengkung kuadratik, kubik, kuartik, kuintik dan seterusnya disebut juga regresi polinom (berpangkat tinggi), yaitu satu peubah bebas dengan hasil pemangkatannya membentuk peubah baru, misalnya pangkat dua (kuadratik), pangkat tiga (kubik), dan seterusnya, dan dianalisis selanjutnya dengan analisis regresi linear berganda. Di lain pihak, bentuk kurva eksponensial terlihat tidak linear, tetapi dapat dilinearkan dengan cara peubah bebasnya atau peubah tak bebasnya dilogaritmakan sehingga membentuk model persamaan linear. Oleh sebab itu, analisis regresi yang berhasil dilinearkan dengan penglogaritmaan ini disebut juga analisis regresi linear intrinsik.

Untuk membahasnya, silahkan ikuti pada link berikut ini:

1. Analisis Korelasi dan Regresi Linear Sederhana

2. Analisis Regresi Linear Berganda

3. Analisis Regresi Kurvilinear

4. Diagnosis Data dan Pemilihan Model Regresi Terbaik


Kamis, 14 Juni 2018

ANALISIS PENGARUH TARAF FAKTOR KUALITATIF DENGAN KONTRAS

Analisis pengaruh taraf faktor baru dapat dilakukan ketika hasil analisis ragam menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari faktor yang dicobakan itu. Salah satu metode analisis pengaruh taraf faktor yang sering digunakan adalah kontras. Metode ini merupakan suatu prosedur pembandingan berganda yang melibatkan dua atau lebih rata-rata taraf faktor sebagai grup taraf faktor.  Kontras yang umum digunakan dalam pembandingan adalah kontras ortogonal. Metode ini hanya dapat membandingkan t-1 grup kontras untuk t = banyaknya taraf faktor. Antar taraf faktor ini harus ortogonal.

Bila syarat ortogonalitas tidak terpenuhi dan banyaknya kontras lebih besar dari t-1 kontras, maka terdapat pilihan kontras lainnya yaitu pembandingan ganda Benferroni dan Scheffe. Metode Benferroni lebih tepat digunakan bila banyaknya kontras di sekitar t taraf faktor. Namun bila banyaknya kontras jauh lebih besar dari t, Metode Scheffe lebih akurat digunakan dalam analisis kontras.

Berikut ulasannya:  Analisis Pengaruh Taraf Faktor Kualitatif dengan Kontras

Rabu, 22 Maret 2017

Keanekaragaman Genetik Tanaman

Berikut ini Bahan kuliah Pemuliaan Tanaman bagi mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unpatti, dapat diunduh dari tautan berikut ini:
1. Arti dan Peran Konservasi Genetik
2. Pusat Keanekaragaman Plasma Nutfah
3. Pengukuran Kenaekaragaman Plasma Nutfah
4. Peta Keanekaragaman Plasma Nutfah

Tambahan Bacaan:
Tulisan Zevan & Zukowski

Silahkan kerjakan tugas yang ada pada Materi 1 dan 2.


Rabu, 24 Juni 2015

Bahan Kuliah Mata Ajaran Genetika PPS Biologi FKIP Unpatti

Berikut ini adalah materi kuliah M.A. Genetika pada Program Pascasarjana Biologi FKIP Unpatti untuk Pokok Bahasan GENETIKA KUANTITATIF, Sub Pokok Bahasan dari Pokok Bahasan ini meliputi:

1. Pewarisan Sifat Kuantitatif
2. Rancangan Perkawinan dan Heritabilitas
3. Analisis Hubungan Genetik
4. Seleksi Sifat Tunggal dan Berganda

Sub Pokok Bahasan ke-4 masih dalam penyusunan.

Beberapa materi pendukung yang perlu dibaca:
1.  Pengantar Analisis Ragam dan Peragam
2.  Rangkuman Rancangan Persilangan
3.  Analisis Dialel Metode Griffing
4.  Analisis Regresi Genotipe

Semoga beberapa materi Sub Pokok Bahasan dan materi pendukung ini bermanfaat bagi yang membaca, dengan harapan ada saran-saran perbaikan.

Selasa, 14 Oktober 2014

Sebaran Peluang Peubah Acak Diskret dan Kontinyu


Pokok Bahasan: Sebaran Peluang Peubah Acak Diskret dan Kontinyu
Sub Pokok Bahasan:
  *  Peluang Kejadian suatu Peubah Acak
  *  Nilai Harapan dan Ragam Suatu Pe­ubah Acak
  *  Peubah Acak Dis­kret: Sebaran Bi­nom dan Poisson.
  * Peubah Acak Kon­tinyu: Sebaran Normal dan Sebaran Normal Baku.

Tujuan Instruksional Khusus:
•       Mahasiswa dapat menjelas­kan peluang kejadian dari suatu peubah acak.
•       Mahasiswa dapat menentukan nilai harapan dan ragam dari suatu peubah acak.
•       Mahasiswa dapat menjelas­kan peubah acak diskret dan peubah acak kontinyu.
•       Mahasiswa dapat membedakan peubah acak diskret dan peubah acak kontinyu.
•       Mahasiswa dapat menganalisis sebaran peluang peubah acak diskret khususnya sebaran Binom dan Poisson.
•       Mahasiswa dapat menganalisis sebaran peluang peubah acak kontinyu khususnya sebaran normal.

Materi kuliah (dapat diunduh dengan cara klik pada kalimat berwarna biru):

Peluang Kejadian Suatu Peubah Acak (termasuk nilai harapan dan ragamnya): (Kuliah 14 Oktober 2014)
Beberapa Sebaran Peluang Peubah AcakDiskret (Kuliah Tanggal 15 Oktober 2014)

Materi Power Point (dapat diunduh dengan cara klik pada kalimat berwarna biru):

Peluang Kejadian Suatu Peubah Acak (Kuliah 14 Oktober 2014)
Beberapa Sebaran Peluang Peubah AcakDiskret (Kuliah Tanggal 15 Oktober 2014)

Tugas kuliah tanggal 14 Oktober 2014:
1.    Peubah acak X merupakan peubah yang diskret. X menyebar menurut:
     X          :           0         1            2
     P(X=x) :        0.2       0.6          0.2
    Tentukan nilai harapan untuk X dan ragamnya!
2.  Diketahui sebaran peluang sebagai berikut:
    X :               20     20.5    21     21.5      22      22.5     23    23.5    24
     P(X=x) = 1/40     3/40   6/40  8/40   10/40    5/40   4/40   2/40   1/40
     Hitung peluang P(21 £ X £  22.5)!

Tugas ini dikumpulkan pada kuliah Rabu, 15 Oktober 2014...!!!!  Dinilai...!!!

Tugas Awal untuk Kuliah tanggal 15 Oktober 2014...
1.  Rata‑rata banyaknya tikus per are dalam suatu ladang padi seluas 5 are diduga sebesar 10 ekor. Hitung peluang bahwa dalam luasan 1 are terdapat (a) 15 tikus; (b) lebih dari 15 tikus; (c) kurang dari 15 tikus; (d) antara 7 sampai 15 tikus. (e) Tentukan pula sebaran peluang bagi rata-rata banyaknya tikus per are ini dan gambarkan diagram plotnya.
2.   Di pasaran beredar inokulan Rhizobium kedelai yang 0.5%‑nya telah kadaluarsa, sehingga tidak manjur digunakan untuk inokulasi. Apabila disuatu pasar beredar 1000 inokulan, dan masing‑masing petani akan membeli sebungkus inokulan, maka:
      a. Hitung peluang terdapat 2 petani yang mendapatkan inokulan kadaluarsa tersebut.
      b. Hitung peluang paling sedikit 2 petani yang mendapatkan inokulan kadaluarsa tersebut.
      c. Hitung pula peluang paling banyak 2 petani vang mendapatkan inokulan kadaluarsa tersebut.
      d. Antara 2 sampai 6 petani yang mendapatkan inokulan kadaluarsa tersebut.
e. Tentukan pula sebaran peluang bagi rata-rata seorang petani untuk membeli inokulan kadaluarsa ini  
    dan gambarkan diagram plotnya.
      f. Hitung pula rata-rata dan ragam peubah acak ini.

Tugas awal ini juga dikumpulkan pada kuliah Rabu, 15 Oktober 2014...!!!!

Kamis, 25 Juli 2013

Teladan Konstruksi Diagram Lintas dengan Program LISREL


Salah satu analisis genetik yang penting dalam pemuliaan tanaman adalah analisis lintas. Analisis ini bermanfaat untuk memilih indikator seleksi bagi suatu atau beberapa sifat bernilai ekonomis penting yang menjadi tujuan perbaikan dalam program pemuliaan tanaman. Secara praktis, hasil analisis lintas dapat digambarkan dalam bentuk diagram lintas sehingga mempermudah pemulia tanaman menginterpretasi hasil analisis. Bagaimana mengkonstrusi satu diagram lintas sehingga berpenampilan, misalnya seperti gambar berikut ini?

 Baca selanjutnya pada tautan berikut ini:

Analisis Data

AgroStat.Com menyediakan layanan analisis dan konsultasi data statistik, khususnya: analisis ragam (analysis of variance, ANOVA) dan pembandingan berganda (multiple comparisson), analisis regresi dan korelasi (regression and correlation analysis) termasuk analisis regresi berganda (multiple regression analysis) dan analisis permukaan respons (response surface analysis), analisis ragam peubah ganda (multivariate analysis of variance, MANOVA), analisis korelasi kanonik (canonical correlation analysis), analisis regresi peubah ganda (multivariate regression analysis), analisis komponen utama (principal component analysys), analisis lintas (path analysis), analisis gerombol (cluster analysis), analisis data kategorik (categorical data analysis) khususnya analis chi-kuadrat dan korespondensi (chi-kuadrat and correspondence analysis), analisis diskriminan (discriminant analysis), analisis biplot (biplot analysis), dan analisis skala berdimensi ganda (multidimensional scale analysis).